Monday, February 21, 2011

the power of mother


Salah satu keuntungan dari sering bepergian dengan memakai angkot adalah, saya bisa belajar banyak hal dari orang-orang yang satu angkot dengan saya. Karakternya, sikapnya, apa yang diobrolkan..

Bukan bermaksud mengamat-amati sih, tapi tidak ada salahnya kan memperoleh pelajaran berharga dari orang lain..yang membuat kita bisa jadi manusia yang lebih bermanfaat dan selalu bisa bersyukur..

Kalau saya naik angkot jurusan Kelapa-Ledeng, biasanya saya suka satu angkot dengan ibu-ibu, yang membawa anaknya yang handicapped, untuk diantar ke SLB-C, di daerah Cipaganti..

Anaknya sebenernya cakep, anak laki-laki yang berusia sekitar 15th-an, dengan hidung yang mancung, entah apa yang terganggu, sehingga anak itu tidak bisa bicara dan tidak bisa menutup mulutnya, sehingga salivanya keluar terus.. tetapi ibunya dengan penuh kasih dengan lap handuk biru yang selalu tergenggam di tangannya selalu sedia untuk melap tetesan saliva anaknya..

Ya Allah.. ibu itu pasti sudah jutaan kali melap saliva anaknya..trilyunan kali mungkin..dari bayi hingga sebesar itu.. tidak ada ekspresi gusar atau kesal di wajahnya.. wajah yang penuh kasih dan sabar.. kalau anaknya melakukan gerakan yang sedikit ekspresif, karena takut mengganggu penumpang lainnya, anaknya itu dipeluknya dengan lembut.. sehingga bisa tenang kembali.. atau kalau anaknya itu melakukan hal yang sedikit mengesalkannya, saat mau masuk angkot,kepalanya terantuk terus..ibunya hanya akan sedikit mencereweti saja..”abang..kalau masuk angkot kepalanya nunduk sedikit ya..”

Pasti ibu itu wanita yang sangat luar biasa, wanita pilihan Allah, yang diamanahi Allah dengan anak yang luar biasa pula.. Allah tidak akan salah pilih ya.. pasti ibu itu akan kuat, akan sabar, menjaga, merawat anaknya sampai anaknya bisa sedikit lebih mandiri dengan diusahakan sekolah di SLB..

Kagum dengan ketabahannya dan kesabarannya.. karena benar-benar di wajahnya itu tidak ada sama sekali guratan cape, sedih, kesal.. wajahnya sama seperti ibu-ibu biasanya yang memiliki anak yang normal, dan memperlakukan anaknya senormal mungkin..

Ya Allah semoga Engkau tetap memberikan ibu itu, kekuatan, kesabaran, ketabahan, dan kasih sayang yang tetap besar dan tidak berubah untuk anaknya.. dan semoga anaknya Engkau berikan satu kemukjizatan sehingga bisa lebih mandiri,agar saat ibunya sudah tidak bisa lagi menjaga dan merawatnya, dia bisa menjaga dan merawat dirinya sendiri.. Engkau tidak pernah menciptakan segala sesuatu itu sia-sia, dan tidak ada manfaatnya.. lindungi mereka berdua ya Allah.. amiiin

Sunday, February 20, 2011

who are you? where are you?


'Soulmate'
Seseorang yang saya cari, sedang dan masih saya cari..
Seseorang yang dengannya saya menghabiskan hidup, sampai waktunya tiba..
Seseorang yang bisa saya ajak sharing, diskusi, belajar tentang apapun..
Seseorang yang bisa saya jadikan tempat untuk mengekspresikan rasa kasih sayang secara halal.. Seseorang yang bersedia hidup dengan saya, dalam kondisi apapun, bahkan dalam situasi terburuk sekalipun..
Seseorang yang merupakan partnership dalam membentuk keluarga impian saya..
Where are you?
Who are you?
Dalam perjalanan pencarian itu, saya sempat sangat berharap pada beberapa orang, maybe he's the one.. but he's not.. dan saya tidak berputus asa.. I still keep trying..
Tetapi disaat ihtiar sudah dimaksimalkan, dengan segenap doa yang dipanjatkan, disaat saya sudah memutuskan untuk menumpahkan seluruh asa saya pada satu sosok, dan ada keharusan untuk menghentikannya, ada pemberontakan dalam diri saya, ada rasa tidak ikhlas, again..?kenapa harapan saya harus pupus kembali?disaat keyakinan saya untuk hidup dengannya sangat kuat,disaat dalam hati saya memantapkan untuk menerima resiko apapun,bahkan yang paling buruk untuk hidup bersamanya..
Mempersiapkan mental dan fisik saya untuk bersedia menua dengannya sampai waktunya tiba..
Allah masih belum menyetujuinya..

Pasangan jiwaku..
Who are you..?
Where are you..?

the unfinished my love story


Mimpi tentang my love story adalah, setelah lulus kuliah, bekerja, bertemu seseorang, berta'aruf, and then get married, have children.. that's it.. so simple.. tetapi ternyata takdirnya untuk saya tidak bisa sesimple itu.. keinginan dan cita-cita hanya sekali berta'aruf.. ya memang hanya sekedar cita-cita saja.. kenyataan dan takdirnya, saya harus mengalami ta'aruf berkali-kali..

Di usia saya yang menginjak 35th, cerita saya, cerita cinta saya masih belum selesai..
Pencarian my soulmate masih belum selesai..
Pasti ada maksud dari Tuhan, kenapa di usia yang begitu sangat matang, merasa sudah siap secara lahir dan batin, masih belum ditakdirkan untuk menyelesaikan my love story, berlabuh pada satu sosok laki-laki..

Just keep trying harder, wait and see, what's happen next to my love life..
Apa yang akan terjadi in the future..
Benar-benar suatu misteri ilahi..